Топ-100
Back

ⓘ Budaya populer adalah totalitas ide, perspektif, perilaku, meme, citra, dan fenomena lainnya yang dipilih oleh konsensus informal di dalam arus utama sebuah bud ..



                                               

Smiley

Smiley adalah sebuah representasi khas dari wajah humanoid tersenyum yang merupakan sebuah bagian dari budaya populer di seluruh dunia. Bentuk klasiknya yang dirancang oleh Harvey Ball pada tahun 1963 terdiri dari sebuah lingkaran kuning dengan dua titik hitam mewakili mata dan lengkungan hitam mewakili mulut Smiley juga dikaitkan dengan budaya rave pada akhir 1980an dan awal 1990an.

                                               

Ōkubo, Tokyo

Shin-Ōkubo adalah sebuah wilayah di Shinjuku, Tokyo yang dikenal karena komunitas Korea ekstensifnya. Wilayah tersebut dibangun di sekitaran Stasiun Shin-Ōkubo dan dapat diakss pada Jalur Yamanote. Shin-Ōkubo adalah tempat tinggal dari penduduk Korea di Jepang serta imigran Korea, dan populer karena bom budaya pop Korea Hallyu. Pada saat ini, orang Nepal juga bermukim di wilayah tersebut dan membuka rumah-rumah makan Nepal.

                                               

Berdunia (Situs Web)

                                               

Chancil

Candra Dwiyanto atau yang populer dipanggil Chancil merupakan seorang Desainer Grafis lepas, Ilustrator, Tour guide, Liaison officer dan aktivis perdamaian asal Indonesia. Seniman yang kerap viral karena karya ilustrasinya yang memiliki gaya anime dengan ciri khas budaya dan ornamen Indonesia ini juga sangat menyukai bidang sejarah, budaya, serta bahasa.

                                               

Harris Nizam

Harris Nizam atau Muhammad Harris Zulkarnian Nizam adalah sutradara Indonesia berdarah Minang dan Jawa. Ia adalah lulusan Institut Kesenian Jakarta jurusan editor pada 2006. Pada 2013 Harris didapuk sebagai Messengers of Peace atau Duta Perdamaian untuk Indonesia oleh Kwarnas Pramuka.

                                               

Wikan Satriati

Wikan Satriati adalah seorang penulis buku anak Indonesia. Ia merupakan manajer penerbitan di Yayasan Lontar. Wikan merupakan alumni Jurusan Sastra Asia Barat kini Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Ia bekerja di bidang penerbitan pada Yayasan Lontar, sebuah organisasi nirlaba di Indonesia yang bergerak di bidang penerbitan dan penerjemahan karya-karya sastra Indonesia populer. Sebagai penerjemah, Wikan pernah menerjemahkan studi klasik Harry Aveling tentang dunia puisi Indonesia, Secrets Need Words, Indonesian Poetry, 1966-1998 2001 ke dalam bahasa Indonesia, yang ...

                                     

ⓘ Budaya populer

Budaya populer adalah totalitas ide, perspektif, perilaku, meme, citra, dan fenomena lainnya yang dipilih oleh konsensus informal di dalam arus utama sebuah budaya, khususnya oleh budaya Barat di awal hingga pertengahan abad ke-20 dan arus utama global yang muncul pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. Dengan pengaruh besar dari media massa, kumpulan ide ini menembus kehidupan masyarakat.

Budaya populer dipandang sebagai sesuatu yang sepele dalam rangka mencari penerimaan konsensual melalui yang arus utama. Akibatnya, budaya populer muncul dari balik kritisisme sengit dari berbagai sumber nonarus utama khususnya kelompok-kelompok agama dan kelompok kontra budaya yang menganggapnya sebagai superfisial, konsumeris, sensasionalis, dan rusak.

Istilah "budaya populer" muncul pada abad ke-19 atau lebih awal untuk merujuk pada pendidikan dan "culturedness" pada kelas bawah. Istilah tersebut mulai menganggap pengertian budaya kelas bawah terpisah dan terkadang bertentangan dengan "pendidikan sejati" menuju akhir abad, penggunaan yang kemudian menjadi mapan ketika periode antar perang. Pengertian saat ini atas istilah tersebut, budaya untuk konsumsi massa, khususnya bermula di Amerika Serikat, digunakan pada akhir Perang Dunia II. Bentuk singkatnya "budaya pop" berawal dari tahun 1960-an.

Budaya populer awalnya berkembang di Eropa, lebih banyak diasumsikan dengan budaya yang melekat dengan kelas sosial bawah yang membedakannya dengan budaya tinggi dari kelas yang elit. Budaya populer juga sering kali didekatkan dengan istilah mass culture atau budaya massa, yang diproduksi secara masal dan dikonsumsi secara masal juga. Jadi, budaya lokal adalah produk budaya yang bersifat pabrikan, yang ada di mana-mana dan tidak memerlukan usaha untuk mengkonsumsinya.

                                     

1. Bacaan lanjut

  • Duncan, Barry 1988. Mass Media and Popular Culture. Toronto, Ont.: Harcourt, Brace & Co. Canada. ISBN 0-7747-1262-7.
  • Cowen, Tyler, "For Some Developing Countries, Americas Popular Culture Is Resistible". The New York Times, 22 February 2007, sec. C, p. 3.
  • Rosenberg, Bernard, and David Manning White, joint. eds. Mass Culture: the Popular Arts in America.: Free Press of Glencoe, 1957.
  • Furio, Joanne, "The Significance of MTV and Rap Music in Popular Culture". The New York Times, 29 December 1991, sec. VI, p. 2.
Arkadia (region)
                                               

Arkadia (region)

Arkadia merupakan sebuah wilayah di Peloponnesos tengah. Namanya diambil dari karakter mitologi Arkas, dan dalam mitologi Yunani adalah rumah dewa Pan. Dalam seni Renaisans Eropa, Arkadia adalah hutan belantara yang suci dan harmonis; dengan demikian, nama Arkadia disebutkan dalam budaya populer. Satuan wilayah modern dengan nama yang sama dengan wilayah sejarah, hanya sedikit lebih besar.

Free and no ads
no need to download or install

Pino - logical board game which is based on tactics and strategy. In general this is a remix of chess, checkers and corners. The game develops imagination, concentration, teaches how to solve tasks, plan their own actions and of course to think logically. It does not matter how much pieces you have, the main thing is how they are placement!

online intellectual game →